Back to Bali – 01 Mei 2026 | Jakarta, 1 Mei 2026 – Aktor muda berbakat Iqbaal Ramadhan kembali mencuri sorotan publik dengan proyek film terbarunya, Monster Pabrik Gula. Film yang diproduksi oleh Edwin yang sekaligus menandai debut Iqbaal di genre horor ini juga menampilkan ia sebagai produser eksekutif, menegaskan komitmen seniman muda ini dalam mengembangkan karier di balik layar.
Horor dengan Nuansa Realitas Sosial
Berbeda dari film-film horor konvensional yang mengandalkan efek supranatural semata, Monster Pabrik Gula mengangkat tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, khususnya tekanan yang melanda dunia kerja. Iqbaal menjelaskan, “Saya ingin menyuguhkan hiburan yang dapat dinikmati semua kalangan, namun dengan pesan yang mengena. Lingkungan kerja yang menindas sering kali terasa lebih menakutkan daripada film horor itu sendiri.”
Karakter yang diperankannya, Bona, adalah anak bungsu dari tiga bersaudara yang kembali ke pabrik keluarga setelah sang ibu meninggal secara misterius. Cerita berkembang di antara unsur horor, fantasi, dan realitas sosial, menggambarkan dinamika atasan yang “killer”, kolega yang saling mengkhianati, serta ekspektasi kerja yang mengorbankan kesehatan mental dan fisik.
Proses Produksi yang Menantang
Menjalani dua peran sekaligus—sebagai aktor utama dan produser eksekutif—menjadi tantangan tersendiri bagi Iqbaal. “Cukup hectic, terasa seperti mengerjakan tugas akhir kuliah sambil tetap harus menayangkan film di bioskop,” ungkapnya dalam konferensi pers di Senayan, Jakarta, pada 29 April 2026. Ia menambahkan bahwa membagi fokus antara depan dan belakang layar menjadi ujian terbesar, namun ia bertekad untuk memberikan yang terbaik di setiap aspek produksi.
Selama proses syuting, Iqbaal harus menyesuaikan diri dengan teknik akting horor yang menuntut ekspresi intens serta timing yang tepat. Ia juga terlibat dalam keputusan kreatif, mulai dari penentuan skenario hingga pemilihan lokasi yang menciptakan atmosfer “pabrik” yang menyeramkan namun tetap relevan dengan tema kerja keras.
Resepsi Internasional di Berlinale
Keberhasilan film ini tidak hanya terbatas pada pasar domestik. Monster Pabrik Gula diputar pada ajang Festival Film Internasional Berlin (76th Berlinale) dan mendapat respons positif dari penonton internasional. “Mereka merasakan keterikatan yang sama dengan kultur kerja lembur dan pengorbanan diri,” kata Iqbaal. Penonton di Berlin tampak terhubung dengan narasi tentang pertanyaan eksistensial: “Untuk apa saya bekerja? Mengapa saya harus mengorbankan tidur?”
Keberhasilan di festival tersebut menegaskan bahwa tema film ini bersifat universal, melampaui batasan budaya Indonesia dan menggugah diskusi tentang kesehatan kerja di era modern.
Cast dan Jadwal Rilis
Selain Iqbaal Ramadhan, Monster Pabrik Gula menampilkan sejumlah aktor papan atas seperti Rachel Amanda, Lutesha, Sal Priadi, dan Kak Kev. Setiap pemain membawa warna tersendiri dalam menghidupkan karakter yang terperangkap dalam “monster” metaforis pabrik gula. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 4 Juni 2026, menjelang libur panjang Idul Fitri, sehingga diharapkan menarik penonton dari berbagai kalangan.
Dengan kombinasi elemen horor, kritik sosial, dan penampilan kuat dari para pemain, Monster Pabrik Gula berpotensi menjadi salah satu film terobosan tahun ini. Keberanian Iqbaal menapaki genre baru sekaligus mengemban peran produksi menambah nilai plus bagi industri perfilman tanah air.
Secara keseluruhan, film ini tidak hanya menawarkan sensasi menegangkan, tetapi juga mengajak penonton merenungkan realitas kerja yang sering kali menakutkan. Dengan dukungan tim produksi yang solid dan sorotan internasional, Monster Pabrik Gula siap mengukir prestasi baru bagi sinema Indonesia.













