Back to Bali – 25 April 2026 | Jesse Lingard, gelandang serba bisa asal Inggris, menorehkan babak baru dalam kariernya setelah menandatangani kontrak dengan Sport Club Corinthians Paulista pada awal tahun 2024. Enam minggu sejak resmi bergabung, pemain berusia 30 tahun ini berhasil mencetak gol pertamanya di tanah Brasil, menjadi titik balik yang mengukir sejarah baik bagi dirinya maupun klub.
Lingard, yang sebelumnya menorehkan prestasi bersama Manchester United dan sejumlah klub lain melalui sistem pinjaman, memulai karier profesionalnya dengan menamatkan pendidikan di University of Southampton pada 2016, meraih gelar sarjana sejarah. Latar belakang akademis ini menambah dimensi unik pada profilnya, menggabungkan kecerdasan di lapangan dengan pengetahuan luas di luar dunia sepak bola.
Keputusan bergabung dengan Corinthians menandai langkah pertama pemain Premier League beralih ke liga Amerika Selatan dalam beberapa tahun terakhir. Transfer tersebut tidak hanya menimbulkan kegembiraan di antara suporter setia Tim Timão, tetapi juga memicu perbincangan luas tentang potensi dampak pemain Eropa di kompetisi Brazil Serie A.
Dalam penampilan keduanya, Lingard tampil penuh percaya diri. Setelah memasuki lapangan pada menit ke-55, ia segera menunjukkan kreativitasnya dengan mengoper bola ke sisi kiri, lalu menembus pertahanan lawan. Gol yang dicetak pada menit ke-73 itu tidak hanya menjadi gol pertama Lingang di Brasil, tetapi juga menambah angka 1-0 atas lawan mereka pada laga tersebut, memperkuat posisi Corinthians di papan atas klasemen.
Gol tersebut menjadi sorotan utama media sosial dan platform olahraga internasional. Video highlight Lingard mencetak gol pertama di Brasil menyebar cepat, menambah popularitasnya di kalangan penggemar sepak bola Brasil yang biasanya mengidolakan pemain lokal. Reaksi positif mengalir dari mantan pelatih, rekan setim, dan bahkan rival, yang memuji adaptasi cepat Lingard terhadap gaya permainan yang lebih fisik dan taktis di liga tersebut.
Keberhasilan Lingard tidak berhenti pada gol tersebut. Statistik pertandingan menunjukkan bahwa ia mencatatkan tiga assist dalam lima penampilan pertamanya, serta menciptakan peluang berbahaya di hampir setiap serangan. Pengaruhnya terasa pada peningkatan rata-rata penguasaan bola tim dan variasi serangan, terutama melalui kemampuan mengoper bola panjang yang akurat.
Pengaruh Lingard juga dirasakan di luar lapangan. Penjualan merchandise resmi tim mengalami lonjakan 27% dalam dua minggu pertama setelah kedatangannya, dengan kaos bertuliskan “Lingard #10” menjadi barang laris. Selain itu, kehadirannya meningkatkan rating televisi pertandingan Corinthians, menambah nilai komersial bagi klub dan sponsor.
Namun, tidak semua berjalan mulus. Beberapa pengamat menyoroti tantangan adaptasi iklim dan bahasa yang harus dihadapi Lingard. Klub telah menyiapkan program bahasa Portugis intensif serta bantuan logistik untuk memudahkan transisi budaya. Lingard sendiri mengakui bahwa proses belajar tersebut menambah kedalaman kariernya dan memperkaya pengalaman pribadi.
Keberhasilan Lingard juga memicu perbincangan tentang potensi pemain Eropa lain yang dapat mengikuti jejaknya. Beberapa klub Brasil kini melirik pemain dengan pengalaman di Premier League untuk menambah kualitas teknis tim mereka. Di sisi lain, para agen pemain melihat peluang baru dalam menjembatani pasar transfer antara Eropa dan Amerika Selatan.
Secara keseluruhan, pencapaian Lingard dalam enam minggu pertama di Corinthians menunjukkan bahwa kombinasi bakat, pengalaman internasional, dan tekad kuat dapat menghasilkan dampak signifikan di liga mana pun. Gol pertamanya menjadi simbol adaptasi cepat dan kemampuan untuk menginspirasi rekan setim serta penggemar.
Dengan kontrak yang masih mengikatnya hingga akhir 2025, Lingard bertekad melanjutkan kontribusinya, baik melalui gol maupun peran kepemimpinan di lapangan. Jika performanya tetap konsisten, ia berpotensi menulis bab akhir karier yang gemilang, sekaligus membuka jalan bagi lebih banyak pemain Eropa menapaki karier di Brasil.













