Kontroversi Memanas di Konferensi Pers UFC Freedom 250: Josh Hokit vs Ilia Topuria dan Drama di Balik Layar

Back to Bali – 09 Mei 2026 | Konferensi pers yang diadakan pada Jumat malam di Prudential Center, New Jersey, menjadi sorotan utama menjelang acara..

3 minutes

Read Time

Kontroversi Memanas di Konferensi Pers UFC Freedom 250: Josh Hokit vs Ilia Topuria dan Drama di Balik Layar

Back to Bali – 09 Mei 2026 | Konferensi pers yang diadakan pada Jumat malam di Prudential Center, New Jersey, menjadi sorotan utama menjelang acara UFC Freedom 250 yang dijadwalkan pada 14 Juni di halaman Depan Gedung Putih, Washington, D.C. Acara berjudul tujuh pertarungan ini menampilkan dua pertarungan gelar utama, termasuk unifikasi gelar ringan antara Ilia Topuria dan Justin Gaethje serta pertarungan interim kelas berat antara Alex Pereira dan Cyril Gane. Namun, yang paling menarik perhatian publik adalah kehadiran pendatang baru, Josh Hokit, yang dijadwalkan melawan rekor knockout terbanyak UFC, Derrick Lewis.

Latar Belakang Josh Hokit

Berusia 28 tahun dan berasal dari California, Hokit baru memulai karir mixed martial arts pada tahun 2023. Dalam waktu kurang dari satu tahun, ia berhasil mencatatkan rekor 9-0 di level profesional, termasuk kemenangan mengesankan melawan Curtis Blaydes pada UFC 327 tanggal 11 April lalu. Kemenangan tersebut dinilai sebagai kandidat Fight of the Year dan mengukuhkan Hokit sebagai kontender No.5 di kelas berat UFC. Sebelumnya, Hokit menonjol sebagai atlet gulat dan sepak bola di Fresno State, bahkan sempat bergabung dengan San Francisco 49ers selama dua tahun (2020‑2022).

Penampilan Kontroversial di Media Day

Pada Media Day di Miami, Hokit memperkenalkan persona “The Incredible Hok” yang menyerupai karakter pro‑wrestling. Alih‑alih menjawab pertanyaan wartawan, ia melantunkan puisi‑puisi orisinal yang mengolok‑olok lawan dan rekan sesama petarung. Aksi serupa diulang pada konferensi pers UFC Freedom 250, mengundang tawa penonton namun menimbulkan ketegangan dengan dua juara ganda UFC yang hadir.

Insiden dengan Ilia Topuria

Saat Hokit melontarkan hinaan kepada Alex Pereira, Ilia Topuria—juara kelas 155 lb yang pernah memegang gelar 145 lb—memotong pembicaraan. Kedua petarung kemudian terlibat pertukaran kata‑kata kasar, bahkan Topuria melemparkan botol air ke arah Hokit sebelum keamanan mengevakuasi Hokit dari panggung. Hokit sempat menantang Topuria dengan berkata, “Come up to a real weight class!” sambil menegaskan kesiapan bertarung melawan siapa saja, terlepas dari perbedaan berat badan.

Persiapan Pertarungan Melawan Derrick Lewis

Pertarungan tiga ronde melawan Derrick Lewis menjadi ujian pertama Hokit di level tertinggi kelas berat. Menurut sportsbook, Hokit masuk sebagai favorit dengan odds -330, menandakan ekspektasi tinggi dari para petaruh. Lewis, yang memegang rekor knockout terbanyak dalam sejarah UFC, diprediksi akan memberikan tantangan fisik yang signifikan bagi Hokit, yang masih relatif baru di arena kelas berat.

Reaksi Alex Pereira dan Gambaran Besar UFC Freedom 250

Alex Pereira, mantan juara kelas menengah dan kelas setengah berat, tetap tenang di samping Hokit, meskipun keduanya berada hanya dua kursi terpisah. Pereira menargetkan sejarah baru dengan menjadi petarung pertama yang menguasai tiga gelar kelas berbeda, setelah beralih ke kelas berat melawan Cyril Gane. Sementara itu, acara UFC Freedom 250 diprediksi akan menjadi salah satu kartu paling bersejarah, tidak hanya karena pertarungan gelar, tetapi juga karena kehadiran petarung-petarung muda yang menantang status quo.

Secara keseluruhan, kehadiran Josh Hokit menambah bumbu dramatis pada agenda UFC Freedom 250. Dari latar belakangnya yang cepat naik daun, persona panggung yang provokatif, hingga konfrontasi langsung dengan petarung berkelas dunia, Hokit menunjukkan bahwa ia bukan sekadar “new kid on the block”. Pertarungan melawan Derrick Lewis akan menjadi penentu apakah Hokit dapat mengubah hype menjadi prestasi di level tertinggi. Dengan jadwal yang semakin dekat, para penggemar dan analis olahraga menantikan aksi selanjutnya pada 14 Juni, ketika cahaya sorot menyoroti tidak hanya pertarungan gelar, tetapi juga kisah kebangkitan seorang petarung yang bertekad menembus batas berat badan dan ekspektasi publik.

About the Author

Kanya Virtudes Virtudes Avatar