Back to Bali – 09 Mei 2026 | Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersama Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengumumkan pelepasan lebih dari 160 berkas yang sebelumnya diklasifikasi mengenai fenomena udara tak dikenal (UAP) dan objek terbang tak dikenal (UFO). Pengungkapan ini dijanjikan sebagai langkah “transparansi tanpa preceden” kepada publik Amerika, sekaligus menambah spekulasi global tentang kemungkinan keberadaan kehidupan di luar bumi.
Latar Belakang Pengungkapan
Pelepasan berkas UFO ini terjadi setelah bertahun‑tahun pemerintah federal, terutama Pentagon, menyimpan dan secara bertahap menurunkan klasifikasi dokumen terkait. Administrasi Trump menegaskan bahwa sebelumnya pemerintahan lain cenderung menutup‑tutupi informasi ini, sedangkan kini warga negara diberikan kesempatan menilai sendiri apa yang sebenarnya terjadi di langit.
Isi Berkas yang Diungkap
Rangkaian dokumen mencakup berbagai materi, antara lain laporan resmi, foto, video, serta transkrip percakapan. Berikut beberapa contoh yang menonjol:
- Laporan tahun 1947 tentang “cetak biru terbang” yang mengacu pada penampakan benda terbang tak dikenal di Amerika Serikat pasca Perang Dunia II.
- Foto yang diambil dari permukaan Bulan selama misi Apollo 12 pada tahun 1969, menampilkan fenomena tak teridentifikasi di latar belakang.
- Transkrip percakapan kru Apollo 17 pada tahun 1972 yang menggambarkan pengamatan partikel atau fragmen terang melayang di sekitar modul.
- Dokumen Kedutaan Besar AS di Tajikistan tahun 1994 yang mencatat penampakan cahaya terang di atas Kazakhstan, dengan deskripsi benda melakukan putaran 90‑derajat dan gerakan corkscrew.
- Rekaman video militer dari Laut Aegean tahun 2023 menampilkan objek melayang di atas permukaan laut dan melakukan manuver tajam.
Selain foto dan video, berkas juga memuat sketsa saksi mata, laporan intelijen, serta komunikasi antar lembaga pemerintah yang menandai kesulitan dalam mengidentifikasi objek-objek tersebut secara pasti.
Reaksi Para Ahli dan Pejabat
Berbagai pakar keamanan, astronomi, dan teknologi militer menanggapi pengungkapan ini dengan hati‑hati. Mereka menekankan bahwa meskipun materi visual menarik, tidak ada bukti konklusif yang mengonfirmasi keberadaan teknologi alien atau makhluk luar angkasa.
Seorang analis Pentagon menegaskan bahwa banyak video UAP dapat dijelaskan dengan fenomena atmosferik atau peralatan militer yang belum dipublikasikan secara luas. Sementara itu, ilmuwan dari NASA mengingatkan bahwa observasi dari luar angkasa harus dipertimbangkan dalam konteks kondisi ruang angkasa yang unik.
Di sisi politik, Rep. Eric Burlison (R‑MO) menyatakan kesiapannya untuk mengakses dan mempublikasikan berkas-berkas tambahan jika administrasi tidak melanjutkan proses deklasifikasi. Ia menambahkan, “Jika ada video tentang UAP yang berinteraksi dengan kapal selam atau pesawat tempur, kami akan memastikan publik mengetahuinya.”
Langkah Selanjutnya
Pentagon telah meluncurkan situs web khusus yang menampung semua materi yang telah dibuka. Situs tersebut menampilkan tampilan retro dengan gambar hitam‑putih serta font tipe mesin tik, menambah nuansa misteri pada koleksi dokumen.
Departemen Pertahanan menjanjikan rilis berkelanjutan, dengan fokus pada dokumen yang masih terjaga kerahasiaannya namun dianggap relevan bagi publik. Sementara itu, komunitas ilmiah dan peneliti independen dipersilakan untuk menganalisis materi tersebut secara terbuka.
Pengungkapan ini juga memicu diskusi internasional mengenai standar transparansi antar‑negara dalam penanganan fenomena UAP. Beberapa negara, termasuk Rusia dan Tiongkok, telah mengumumkan program serupa untuk meninjau arsip militer mereka.
Dengan lebih dari seratus lima puluh dokumen kini tersedia, masyarakat luas dapat menilai sendiri sejauh mana fenomena ini menantang pengetahuan konvensional tentang fisika, aerodinamika, dan kemungkinan kehidupan di luar bumi. Seperti yang diungkapkan Presiden Trump di media sosial, “Orang Amerika meminta, dan Presiden Donald Trump memberikan – nikmati!”
Walaupun banyak pertanyaan yang masih belum terjawab, pengungkapan berkas UFO ini menandai titik balik penting dalam sejarah keterbukaan pemerintah Amerika mengenai misteri langit. Masa depan penelitian UAP kemungkinan akan semakin kolaboratif, melibatkan lembaga militer, ilmuwan sipil, serta publik yang semakin penasaran.













