Back to Bali – 02 Mei 2026 | Girona FC kembali mengalami pukulan keras di La Liga setelah harus menelan kekalahan tipis 1-0 di tangan RCD Mallorca pada pertandingan pekan ke‑15. Gol tunggal Samu Costa pada menit ke‑73 menjadi penentu akhir laga yang berlangsung sangat taktis, di mana kedua tim sama-sama kesulitan menciptakan peluang jelas di zona serang. Girona mendominasi penguasaan bola dalam rentang waktu yang cukup lama, namun kurangnya ketajaman di lini depan membuat mereka terus tertekan oleh pertahanan kompak Mallorca yang mampu melakukan transisi cepat.
Reaksi Fans dan Kritik Internal
Usai pertandingan, akun resmi Girona di platform X (Twitter) memicu gelombang komentar tajam dari para pendukung. Beberapa suporter menilai bahwa tim tampak kehilangan urgensi dan konsistensi, bahkan dalam situasi yang mengancam posisi mereka di zona aman. Salah satu komentar menulis, “Keputusan yang diambil tidak membantu, kami malah mundur. Penguasaan tidak menghasilkan poin, gol yang penting, dan tim tampak tidak peduli meski berada di zona selamat.”
Suara kritis juga datang dari tokoh internal klub. Seorang analis internal bernama Tomas menegaskan, “Strategi yang diterapkan tidak efektif, kami perlu lebih agresif. Pemain seperti Onahi dan Vitor Reis memang menunjukkan kualitas, namun keseluruhan skuad masih kurang.” Di sisi lain, Srgi, mantan kapten tim, melontarkan keluhan bahwa Girona sering menyerah pada babak pertama dan berusaha bangkit terlalu terlambat, “Kami terus menyerahkan setengah pertandingan, lalu mencoba memperbaiki terlalu lambat. Ini menjadi pola yang tidak dapat diterima.”
Beberapa pendukung lain menyoroti mentalitas tim, “Jika mindset sudah ‘tenang dulu, masih ada waktu’, maka apa yang sebenarnya kami tunggu?” ujar Jordivine. Sementara Xavier menuntut lebih banyak perjuangan, “Setiap lawan tampak lebih bersemangat daripada kami. Kami butuh tim yang siap menggigit sejak awal.” Oriol menutup dengan mengingatkan, “Saya sudah memperingatkan hal ini berbulan‑bulan lalu. Sekarang kami kembali berada di posisi berbahaya setelah serangkaian hasil buruk.”
Sejarah Girona yang Berfluktuasi
Girona memang dikenal sebagai tim yang mampu mengejutkan lawan besar. Pada awal musim ini, mereka berhasil mengalahkan Barcelona dengan skor 2-1, menampilkan permainan yang tajam dan menyerang. Namun, konsistensi menjadi masalah utama. Kemenangan melawan Real Madrid yang berakhir imbang menambah tekanan, sementara hasil akhir seperti kekalahan melawan Mallorca menegaskan pola ketidakstabilan performa.
Para pengamat menilai bahwa selain masalah mentalitas, Girona masih harus memperbaiki transisi antara fase penguasaan dan fase menyerang. Dalam beberapa pertandingan, tim tampak terjebak dalam zona menengah lapangan, kehilangan kecepatan dalam memanfaatkan ruang yang terbuka. Hal ini membuat mereka rentan terhadap serangan balik cepat seperti yang ditunjukkan Mallorca.
Spekulasi Transfer: Target Manchester City dan Nilai €20 Juta
Di tengah krisis performa, rumor mengenai target transfer Girona ke arah Premier League semakin menguat. Klub dilaporkan bersedia menandatangani kesepakatan penjualan pemain dengan nilai mencapai €20 juta untuk memenuhi kebutuhan Manchester City. Meskipun rincian pemain belum diungkap secara resmi, spekulasi mengarah pada gelandang muda yang memiliki potensi tinggi dan telah menarik perhatian manajer Pep Guardiola.
Jika transaksi ini terwujud, Girona akan menerima suntikan dana yang signifikan, memungkinkan mereka untuk memperkuat lini tengah dan pertahanan menjelang paruh kedua musim. Namun, para kritikus mengingatkan bahwa menjual pemain kunci tanpa pengganti yang memadai dapat memperburuk situasi klub di kompetisi domestik.
Dengan tekanan yang semakin meningkat dari suporter dan media, manajemen Girona diperkirakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap taktik, mentalitas pemain, serta kebijakan transfer. Keputusan strategis dalam jangka pendek dan menengah akan menjadi faktor penentu apakah klub dapat kembali ke jalur kemenangan atau terperosok lebih dalam ke zona relegasi.
Secara keseluruhan, kekalahan melawan Mallorca bukan sekadar satu hasil negatif, melainkan cerminan masalah struktural yang harus diatasi. Perbaikan di bidang konsistensi, agresivitas serang, dan kebijakan transfer akan menjadi kunci bagi Girona FC untuk bertahan di La Liga dan kembali menonjol sebagai tim yang mampu menantang klub-klub besar.













