Back to Bali – 05 Mei 2026 | Petir yang menyambar kabel listrik jalur LAA (Listrik Aliran Alternatif) di Stasiun Jurang Mangu pada sore hari menimbulkan gangguan listrik total pada Kereta Rel Listrik (KRL). Kejadian itu bertepatan dengan hujan deras yang melanda Jakarta, memicu banjir di beberapa kawasan, termasuk permukiman di Kebon Jeruk hingga Jalan Ciledug Raya. Kombinasi cuaca ekstrem dan kegagalan infrastruktur transportasi menyebabkan ribuan penumpang terperangkap dan menunggu alternatif.
Detik‑Detik Kejadian
Pada pukul 16.45 WIB, kilat menyambar kabel utama LAA di dekat stasiun Jurang Mangu. Tegangan listrik tiba‑tiba terputus, membuat semua kereta yang melintas di segmen tersebut kehilangan tenaga. Sebuah KRL yang sedang memasuki stasiun berhenti di tengah lintasan, pintu gerbong terbuka otomatis, dan lampu interior mati. Penumpang yang berada di dalam gerbong melaporkan rasa panik, terutama seorang wanita yang berusaha keluar melalui pintu yang terhalang oleh aliran listrik tersisa.
Dampak terhadap Penumpang
Gangguan listrik menyebabkan antrean penumpang di Stasiun Tanah Abang meluap. Penumpang yang biasanya menunggu hanya beberapa menit tiba‑tiba harus menunggu lebih dari satu jam karena kereta berikutnya tertunda menunggu perbaikan. Di Jurang Mangu, sekitar 1.200 penumpang terpaksa turun dan menunggu transportasi darurat. Suasana menjadi kacau ketika sebagian penumpang berusaha membuka pintu gerbong secara manual, mengakibatkan kerusakan pada sistem pintu otomatis.
Selain itu, hujan lebat yang berlangsung bersamaan menurunkan visibilitas dan memperparah kondisi jalan di sekitar stasiun. Jalan‑jalan utama seperti Jalan Ciledug Raya dan area Kebon Jeruk terendam, menyulitkan akses kendaraan pemadam kebakaran, ambulans, serta mobil angkut penumpang.
Tindakan Darurat dan Pemulihan
Tim teknis PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) segera mengirimkan tim listrik untuk memeriksa kerusakan pada kabel LAA. Sementara itu, petugas keamanan dan polisi mengatur evakuasi penumpang, memberi arahan ke pintu keluar darurat, serta menyiapkan bus pengganti untuk melayani rute yang terdampak. Pada pukul 18.10 WIB, listrik sebagian telah dipulihkan, namun layanan KRL baru dapat beroperasi kembali secara normal pada malam hari sekitar pukul 22.00 WIB.
Penumpang yang terpaksa menunggu lama mengekspresikan kekecewaan melalui media sosial, menuntut perbaikan infrastruktur yang lebih tahan terhadap cuaca ekstrem. PT KCI berjanji akan mengevaluasi prosedur perlindungan kabel LAA serta meningkatkan sistem peringatan dini untuk mengantisipasi serangan petir.
Fenomena Banjir di Jakarta
Hujan lebat yang melanda ibu kota pada hari yang sama menimbulkan genangan air di sejumlah wilayah, termasuk permukiman di Kebon Jeruk, Ciledug Raya, dan daerah sekitarnya. Banjir ini menghambat mobilitas warga, memperparah beban transportasi publik yang sudah tertekan akibat gangguan KRL. Pihak Dinas Penanggulangan Bencana Daerah (DPBD) mengimbau warga untuk menghindari area rawan banjir dan menggunakan jalur alternatif.
Secara keseluruhan, kombinasi antara petir yang menyambar infrastruktur kelistrikan KRL dan banjir yang melanda Jakarta menimbulkan tekanan signifikan pada sistem transportasi massal. Kejadian ini menjadi peringatan bagi otoritas untuk memperkuat kesiapan menghadapi cuaca ekstrem, baik dari segi teknis maupun operasional.
Dengan langkah-langkah perbaikan dan penambahan sistem proteksi, diharapkan insiden serupa dapat diminimalisir di masa depan, sehingga kenyamanan dan keselamatan penumpang tetap terjaga meski di tengah kondisi cuaca yang tidak bersahabat.













