Back to Bali – 30 Mei 2026 | Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPW LDII) Provinsi Bali merayakan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di kawasan Jalan Padang Griya II Nomor 1, Padangsambian, Denpasar, tanggal 27 Mei 2026.
Momentum Idul Adha tahun ini dimaknai dengan tradisi ngejot (berbagi) ke rumah warga yang beragama Hindu sebagai ajang memperkuat kepedulian sosial, kebersamaan, serta menjaga kerukunan antarumat beragama di Bali.
DPW LDII Bali menyalurkan ratusan hewan kurban yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Bali. Sebanyak 146 ekor sapi dan 286 ekor kambing dikurbankan dan didistribusikan kepada masyarakat.
Sebaran hewan kurban tersebut meliputi Denpasar sebanyak 77 ekor sapi dan 163 ekor kambing, Badung 27 sapi dan 57 kambing, Tabanan 13 sapi dan 24 kambing, Gianyar 8 sapi dan 17 kambing, Karangasem 9 sapi dan 13 kambing, Buleleng 2 sapi dan 7 kambing, serta Jembrana 10 sapi dan 5 kambing.
Ketua Panitia Idul Adha LDII Provinsi Bali, Muhammad Nur Andrieadi, mengatakan khusus wilayah Padangsambian, Denpasar Barat, panitia menyembelih 15 ekor sapi dan 36 ekor kambing.
“Kami sangat berterima kasih atas terselenggaranya kurban yang akan dibagikan ke masyarakat muslim dan masyarakat sekitar. Harapannya, di hari Idul Adha yang suci ini, kurban yang berasal dari sapi dan kambing lokal dapat bermanfaat untuk masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, distribusi daging kurban dilakukan hingga tingkat PAC dan DPD LDII kabupaten/kota. Daging kurban juga dikemas menggunakan plastik ramah lingkungan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Tokoh Puri Gerenceng, Anak Agung Ngurah Agung, SE., menilai perayaan Idul Adha menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan persaudaraan dan toleransi antarumat beragama di Bali.
“Persaudaraan sangat dijaga, tidak hanya muslim, tapi juga umat Hindu sekitar. Daging kurban di sini juga sudah diperiksa dan sehat. Kita menjaga rasa persaudaraan dengan rasa menyama braya,” katanya.
Ia menambahkan, kehidupan masyarakat Bali yang berdampingan dengan wisatawan mancanegara menjadi alasan pentingnya menjaga keharmonisan dan toleransi di Pulau Dewata.













