Back to Bali – 19 April 2026 | Serangkaian rekaman CCTV yang beredar luas di media sosial mengungkap aksi pencurian ponsel yang dilakukan secara berkoordinasi oleh sepasang suami istri asal Kediri. Peristiwa ini terjadi di depan sebuah toko di Desa Kepanjen, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk pada siang bolong, ketika korban meletakkan ponsel di dasbor sepeda motor yang diparkir di area tersebut.
Kronologi Kejadian
Menurut hasil observasi dari rekaman video, istri pelaku—yang diidentifikasi dengan inisial S—memanfaatkan kelengahan korban yang sedang sibuk berbelanja. Ia mendekati motor, mengambil ponsel yang terletak di dasbor, dan dengan cepat menyembunyikannya. Sementara itu, suami pelaku—dengan inisial AS—mengemudi sepeda motor yang berada di samping motor korban, berperan sebagai pengalihan perhatian. Kedua pelaku bergerak secara sinkron, menyelesaikan aksi pencurian dalam hitungan detik sebelum melarikan diri.
Respons Kepolisian
Setelah video menjadi viral, Tim Respons Cepat (Resmob) Polsek Pace segera melakukan penyelidikan. Tim berhasil mengidentifikasi ciri‑ciri fisik pelaku serta kendaraan yang digunakan. Dalam proses penyelidikan, polisi menemukan bahwa pasangan suami istri tersebut berasal dari Kabupaten Kediri dan memang sengaja menargetkan wilayah Nganjuk untuk melakukan aksi pencurian.
Kapolsek Pace, AKP Pujo Santoso, menjelaskan, “Dari rekaman CCTV terlihat jelas mereka berbagi peran. Yang satu mengambil ponsel dan sang suami sebagai pengendara motor.” Ia menambahkan bahwa pelaku ditangkap di rumahnya, tepatnya di Desa Sumberejo, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri, tak lama setelah identifikasi dilakukan.
Motif dan Pola Modus Operandi
Modus operandi yang diterapkan pasutri ini terbilang rapi dan terencana. Mereka memanfaatkan momen ketika korban sedang fokus pada aktivitas berbelanja, sehingga kurang waspada terhadap lingkungan sekitar. Penggunaan sepeda motor sebagai kendaraan pelarian memudahkan mereka berpindah tempat dalam waktu singkat. Pola serupa telah pernah terjadi di wilayah lain, namun keberhasilan mereka dalam mengkoordinasikan peran masing‑masing menjadi sorotan utama.
Reaksi Publik dan Media Sosial
Setelah video penyalahgunaan kepercayaan ini tersebar, warganet memberikan kecaman keras. Banyak netizen yang menilai tindakan pasutri tersebut sebagai bentuk kejahatan yang sangat merugikan korban secara pribadi dan mengancam rasa aman masyarakat. Beberapa komentar menyoroti pentingnya kewaspadaan saat meninggalkan barang berharga di tempat umum, terutama di area yang ramai.
Video tersebut tidak hanya menjadi viral di platform berbagi video, tetapi juga memicu diskusi mengenai peningkatan penggunaan CCTV di area komersial. Pihak kepolisian menegaskan pentingnya rekaman visual sebagai bukti kuat dalam proses penyelidikan dan penegakan hukum.
Langkah Selanjutnya dari Kepolisian
Polisi setempat berjanji akan terus meningkatkan pengawasan di wilayah rawan pencurian, terutama di zona pasar dan area perbelanjaan. Mereka juga mengajak masyarakat untuk melaporkan kejadian serupa secara cepat, serta memanfaatkan teknologi CCTV yang tersedia. Kapolsek Pace menutup dengan harapan bahwa kasus ini menjadi pelajaran bagi publik untuk lebih berhati‑hati dan bagi pelaku kejahatan serupa untuk tidak menganggap remeh tindakan hukum.
Kasus pencurian yang melibatkan pasutri Kediri ini menunjukkan betapa pentingnya kolaborasi antara aparat kepolisian, teknologi pengawasan, dan partisipasi aktif masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman.













