Prabowo Sentil Telkom, BP BUMN Desak Bersih-Bersih Laporan Keuangan dan Percepat Transformasi

Back to Bali – 22 April 2026 | JAKARTA, 22 April 2026 – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) kembali menjadi sorotan publik setelah Presiden..

3 minutes

Read Time

Prabowo Sentil Telkom, BP BUMN Desak Bersih-Bersih Laporan Keuangan dan Percepat Transformasi

Back to Bali – 22 April 2026 | JAKARTA, 22 April 2026 – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) kembali menjadi sorotan publik setelah Presiden Prabowo Subianto menyampaikan kritik tajam mengenai kinerja dan tata kelola perusahaan BUMN terbesar di sektor telekomunikasi. Kritik tersebut sekaligus memicu seruan tegas dari Badan Pengatur Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) yang menuntut perusahaan untuk melakukan pembersihan laporan keuangan serta mempercepat proses transformasi digital.

Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan pada konferensi pers di Istana Kepresidenan, Prabowo menyoroti beberapa isu penting, antara lain ketidakjelasan dalam pelaporan keuangan, potensi inefisiensi operasional, serta perlunya peningkatan daya saing di tengah persaingan global yang semakin ketat. “Telkom harus menunjukkan transparansi yang nyata, bukan sekadar laporan yang bersifat formal. Kami menuntut akuntabilitas penuh, terutama pada aspek keuangan yang menjadi dasar kepercayaan publik,” ujar Prabowo.

BP BUMN dan Danantara Asset Management Pantau Transformasi

Menanggapi sentimen Presiden, Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer Danantara Asset Management (DAM), Dony Oskaria, melakukan kunjungan kerja ke kantor pusat Telkom di Bandung pada 20 April 2026. Kunjungan ini tidak hanya sekadar inspeksi rutin, melainkan bagian dari agenda percepatan transformasi perusahaan yang meliputi tiga pilar utama: pembersihan buku (clean‑up), penyederhanaan struktur (streamlining), dan penguatan tata kelola (governance).

Dalam keterangan tertulis yang dirilis pada 21 April 2026, Dony menegaskan bahwa “buku harus bersih, pembukuan harus ditata ulang, dan proses streamlining harus selesai tahun ini.” Ia menambahkan bahwa pembersihan mencakup peninjauan kembali semua transaksi, penyesuaian nilai aset, serta eliminasi praktik akuntansi yang tidak sesuai standar internasional.

Strategi Streamlining dan Fokus Bisnis

BP BUMN bersama Danantara menyoroti kebutuhan mendesak untuk menyederhanakan struktur anak perusahaan Telkom. Saat ini, grup Telkom memiliki lebih dari 30 entitas yang bergerak di bidang infrastruktur, layanan digital, dan solusi enterprise. Menurut Dony, konsolidasi dan fokus pada lini bisnis inti dapat meningkatkan efisiensi operasional serta mengurangi beban biaya administrasi.

  • Penyederhanaan Entitas: Menggabungkan unit bisnis yang memiliki tumpang tindih fungsi.
  • Optimalisasi Aset: Menjual atau mengalihkan aset non‑strategis untuk mendukung investasi di teknologi 5G dan layanan cloud.
  • Penguatan Digitalisasi: Mempercepat adopsi platform digital internal untuk meningkatkan produktivitas karyawan.

Pengawasan Keuangan dan Penegakan Hukum

Selain aspek operasional, BP BUMN menekankan pentingnya penegakan hukum dalam pengelolaan keuangan BUMN. Dony menegaskan bahwa “perusahaan harus dijalankan dengan benar, tepat, dan bersih,” mengingat peran strategis Telkom dalam infrastruktur nasional. Ia menambahkan bahwa audit internal dan eksternal harus dilakukan secara berkala, dengan laporan hasil audit yang transparan dan dapat diakses oleh regulator serta publik.

Upaya ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang menargetkan peningkatan Good Corporate Governance (GCG) pada semua BUMN, khususnya yang memiliki dampak luas pada perekonomian negara. Pengawasan yang ketat diharapkan dapat mencegah terjadinya kerugian finansial, mengurangi risiko kredit, serta memperkuat posisi Telkom di bursa efek.

Reaksi Pasar dan Prospek Ke Depan

Reaksi pasar terhadap sentimen kritis ini bersifat campur aduk. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan penurunan ringan pada sesi perdagangan pertama setelah pernyataan Prabowo, sementara saham Telkom (TLKM) mengalami penurunan 2,3 persen. Analis dari beberapa rumah sekuritas menilai bahwa tekanan regulasi dapat menjadi katalisator bagi perbaikan jangka panjang, asalkan manajemen Telkom mampu menanggapi secara proaktif.

Secara strategis, Telkom memiliki peluang besar untuk memperkuat posisinya di era digital. Investasi dalam jaringan 5G, layanan cloud, dan solusi fintech diproyeksikan dapat menyumbang hingga 15 persen pertumbuhan pendapatan tahunan dalam lima tahun ke depan. Namun, pencapaian tersebut sangat bergantung pada kemampuan perusahaan dalam menata ulang struktur keuangan, mengoptimalkan operasional, dan menjaga integritas laporan keuangan.

Dengan dukungan penuh dari BP BUMN dan Danantara, Telkom diharapkan dapat mengatasi tantangan struktural dan regulasi, serta menjawab ekspektasi pemerintah dan masyarakat. Keberhasilan transformasi ini tidak hanya akan meningkatkan nilai pemegang saham, tetapi juga memperkuat fondasi digitalisasi Indonesia secara keseluruhan.

Kesimpulannya, kritik tajam Prabowo dan tuntutan bersih‑bersih laporan keuangan menjadi momentum penting bagi Telkom untuk melakukan reformasi menyeluruh. Jika perusahaan dapat mengeksekusi strategi streamlining, memperbaiki tata kelola, dan menjaga transparansi keuangan, maka Telkom berpotensi kembali menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

About the Author

Pontus Pontus Avatar