Back to Bali – 09 Mei 2026 | Sabtu, 9 Mei 2026, Presiden Republik Indonesia ke-8, Prabowo Subianto, tiba di Pulau Miangas, Kecamatan Khusus Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, menandai kunjungan kedua kepresidenan ke wilayah terluar paling utara negara. Kunjungan ini sekaligus menjadi momen penting setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang pertama kali membuka Bandara Miangas pada 2022. Prabowo tiba di lapangan SMK Negeri 2 Talaud sekitar pukul 09.45 WIB, usai menghadiri KTT ASEAN ke-48 di Cebu, Filipina.
Pengantar Menteri dan Penghormatan Kepada Warga
Sesampainya di Miangas, Prabowo memperkenalkan jajaran kabinet Merah Putih secara berurutan. Ia pertama kali memperkenalkan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono, menjelaskan rencana bantuan kapal 15 gross ton untuk memperkuat sektor perikanan lokal. Selanjutnya, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dan Menteri Luar Negeri Sugiono dipanggil satu per satu. Momen paling mengesankan terjadi ketika Prabowo menanyakan apakah warga mengenal Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin; warga menjawab serentak “Sjafrie Sjamsoeddin”. Hal serupa terulang saat ia menanyakan identitas Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, yang langsung dijawab “Pak Dody”. Reaksi warga yang dapat menyebutkan nama hampir semua menteri menegaskan kebanggaan mereka sebagai bagian dari pulau terluar yang tak lagi terabaikan.
Janji Perbaikan Infrastruktur dan Kesehatan
Presiden menegaskan komitmen pemerintah untuk memelihara Bandara Miangas, yang awalnya diresmikan oleh Jokowi. Ia menjanjikan perawatan rutin serta peningkatan fasilitas guna memperlancar transportasi udara, terutama bagi kebutuhan logistik dan layanan darurat. Pada saat yang sama, Prabowo menanggapi keluhan tentang kondisi Puskesmas Miangas yang belum pernah diperbaiki sejak era Orde Baru. Menurutnya, kementerian kesehatan akan melakukan renovasi menyeluruh, termasuk penambahan peralatan medis dasar dan peningkatan kapasitas tenaga medis.
Selain itu, Presiden menyinggung rencana renovasi sekolah di Miangas. Ia berjanji bahwa seluruh fasilitas pendidikan, mulai dari bangunan hingga laboratorium, akan diperbaiki agar anak‑anak di pulau paling utara dapat belajar dalam lingkungan yang layak.
Sesi Budaya: Joget “Tabola Bale” Bersama Warga
Tak hanya agenda resmi, Prabowo melibatkan diri dalam kegiatan budaya yang menjadi sorotan media sosial. Bersama beberapa anggota kabinet, termasuk Jenderal TBI Tandyo Budi Revita, Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Tonny Harjono, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Presiden bergabung dalam tarian tradisional “Tabola Bale”. Lagu daerah Sulawesi Utara “Tabola Bale” diputar, dan Presiden menari bersama warga di tengah lapangan sekolah. Momen ini tidak hanya menambah kehangatan hubungan pemerintah‑masyarakat, tetapi juga menegaskan posisi Miangas sebagai simbol kehadiran negara di titik terjauh perbatasan.
Respons Warga dan Harapan Masa Depan
Warga Miangas, yang berjumlah sekitar 823 jiwa dalam 232 keluarga, menyambut kedatangan presiden dengan antusias. Mereka mengapresiasi kehadiran aparat tinggi yang dapat mengenal nama masing‑masing. Beberapa warga menuturkan harapan agar bantuan kapal perikanan segera tiba, karena sektor penangkapan ikan menjadi tulang punggung ekonomi pulau. Mereka juga menantikan perbaikan puskesmas, mengingat akses layanan kesehatan selama ini terbatas dan mengandalkan transportasi laut yang rawan.
Pengamat politik menilai kunjungan ini sebagai strategi pemerintah untuk memperkuat kedaulatan wilayah perbatasan sekaligus menumbuhkan rasa kebangsaan di antara warga pulau terluar. Dengan menampilkan kepedulian pada infrastruktur, kesehatan, pendidikan, dan budaya, Prabowo berupaya menunjukkan bahwa kebijakan pembangunan bersifat inklusif, tidak hanya terfokus pada pusat-pusat kota.
Secara keseluruhan, kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Miangas menjadi contoh konkrit dari upaya pemerintah Indonesia untuk menembus batas geografis, memperkuat kehadiran negara, sekaligus memperhatikan kebutuhan dasar masyarakat. Janji-janji perbaikan yang telah diucapkan diharapkan dapat terwujud dalam jangka menengah, memberikan dampak positif bagi kesejahteraan warga Miangas serta memperkuat posisi pulau sebagai garda terdepan kedaulatan Indonesia.













