Back to Bali – 05 Mei 2026 | Suzuki Access 125 kembali menjadi sorotan para pengendara skutik di Indonesia menjelang pertengahan tahun 2026. Dengan harga OTR Jakarta tetap pada level Rp 25.500.000 sejak April lalu, motor ini menawarkan kombinasi antara stabilitas harga dan efisiensi bahan bakar yang menarik. Tim kami melakukan serangkaian uji jalan di wilayah Jabodetabek untuk mengukur konsumsi bahan bakar, kenyamanan berkendara, serta menilai kelebihan dan kekurangannya dibanding kompetitor sekelas.
Hasil Tes Bahan Bakar
Pengujian dilakukan dengan metodologi standar yang meliputi rute perkotaan (jalan‑jalan padat Jakarta) dan rute ekstra‑kota (Jalan Tol Jakarta‑Cikampek). Setiap sesi dijalankan tiga kali dan rata‑rata hasilnya dicatat dalam kilometer per liter (km/l).
- Kota (Jalan Padat): 45,2 km/l
- Jalan Tol (Ekstra‑Kota): 55,8 km/l
- Rata‑Rata Kombinasi: 49,5 km/l
Angka tersebut menempatkan Access 125 di atas rata‑rata kelas 125 cc di pasar, yang biasanya berkisar 42‑48 km/l. Efisiensi ini didukung oleh mesin berpendingin cairan berkapasitas 124 cc, sistem injeksi bahan bakar, serta berat kosong yang relatif ringan.
Analisis Plus Minus
Berikut rangkuman kelebihan dan kekurangan Suzuki Access 125 berdasarkan hasil uji dan observasi lapangan:
| Kriteria | Positif | Negatif |
|---|---|---|
| Harga | Stabil di Rp 25,500,000 | Masih lebih tinggi dibanding beberapa skutik entry‑level |
| Efisiensi BBM | Rata‑rata 49,5 km/l, unggul kompetitor | Terbatas pada varian standar, belum ada varian hybrid |
| Fitur | Panel digital, LED headlamp, under‑seat storage 6 L | Tidak dilengkapi ABS atau traction control |
| Kenyaamanan | Suspensi depan telescopic, belakang monoshock | Suspensi standar, kurang nyaman di jalan bergelombang berat |
| Perawatan | Jadwal servis 6.000 km, suku cadang melimpah | Biaya servis sedikit lebih tinggi dibanding Honda Beat |
Perbandingan dengan Skutik Lain
Untuk memberikan konteks, berikut perbandingan singkat antara Access 125 dan tiga model terpopuler di segmen skutik murah pada Mei 2026:
- Honda Beat 125 (Rp 19.155.000): Konsumsi kota sekitar 42 km/l, harga jauh lebih terjangkau, namun fitur digital terbatas.
- Yamaha Gear 125 (Rp 19.295.000): Konsumsi rata‑rata 44 km/l, dilengkapi dengan mode riding, namun tidak ada lampu LED full‑beam.
- TVS Ntorq 125 XP (Rp 21.000.000): Konsumsi sekitar 46 km/l, menawarkan desain sportier dan konektivitas smartphone, namun belum ada varian dengan sistem injeksi yang seefisien Access.
Dari segi nilai bahan bakar per rupiah, Access 125 menempati posisi menengah‑atas. Meskipun harganya lebih tinggi, efisiensi BBM yang lebih baik dapat menurunkan total cost of ownership dalam jangka panjang.
Kesimpulannya, Suzuki Access 125 2026 tetap menjadi pilihan yang menarik bagi konsumen yang mengutamakan hemat bahan bakar, kenyamanan berkendara, dan kestabilan harga. Kelebihan utama meliputi konsumsi bahan bakar yang mendekati 50 km/l, fitur modern seperti panel digital dan lampu LED, serta jaringan layanan purna jual Suzuki yang luas. Di sisi lain, harga yang relatif premium dan ketiadaan fitur keamanan canggih seperti ABS menjadi catatan penting bagi pembeli yang sensitif terhadap biaya awal. Bagi rider yang mengutamakan efisiensi dan kenyamanan, Access 125 layak dipertimbangkan sebagai investasi jangka panjang dalam mobilitas perkotaan.













