Tragedi Pemuda Blega: Anak Tiri Bantai Ibu Tiri, Motif Sakit Hati Karena Perselingkuhan

Back to Bali – 26 April 2026 | Polres Bangkalan mengungkap kasus pembunuhan mengerikan yang terjadi di pinggir jalan Desa Lombang Dajah, Kecamatan Blega, pada..

2 minutes

Read Time

Tragedi Pemuda Blega: Anak Tiri Bantai Ibu Tiri, Motif Sakit Hati Karena Perselingkuhan

Back to Bali – 26 April 2026 | Polres Bangkalan mengungkap kasus pembunuhan mengerikan yang terjadi di pinggir jalan Desa Lombang Dajah, Kecamatan Blega, pada Rabu malam, 22 April 2026. Seorang perempuan berusia 30 tahun ditemukan tewas dengan luka tusuk tajam setelah diserang oleh pelaku berinisial MH, pria berusia 24 tahun yang ternyata adalah anak tiri korban. Penangkapan MH berlangsung kurang dari 24 jam setelah kejadian berkat hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan intensif.

Kronologi Kejadian

Pukul sekitar 21.00 WIB, korban bernama ABF (30) sedang menunggu bus bersama dua orang pria, MS (34) dan SH (70), di tepi jalan desa. Ketiganya tampak menunggu kendaraan umum ketika MH muncul dari arah belakang, membawa sebuah celurit. Tanpa peringatan, MH menyerang, menargetkan ABF secara khusus. Dua pria lainnya berhasil melarikan diri, namun ABF terjebak dan tidak sempat melarikan diri. Serangan berlanjut dengan penggunaan celurit hingga korban tewas di lokasi.

Motif Pembunuhan

Setelah interogasi, Kasatreskrim Polres Bangkalan, AKP Hafid Dian Maulidi, menyatakan bahwa motif utama pembunuhan berakar pada perselisihan pribadi dalam keluarga. MH mengaku sakit hati karena ibunya, seorang wanita yang telah menjadi ibu tiri ABF, terlibat perselingkuhan dengan pria lain. Rasa cemburu dan dendam yang menumpuk mendorong MH melakukan aksi balas dendam brutal tersebut.

Menurut penyelidikan, hubungan antara pelaku dan korban bukan sekadar hubungan tiri biasa; terdapat dinamika emosional yang rumit. Perselingkuhan tersebut menimbulkan ketegangan dalam rumah tangga, memicu konflik yang berujung pada tindakan kekerasan ekstrem.

Penangkapan dan Barang Bukti

Polisi berhasil menangkap MH di wilayah sekitar Blega pada pagi hari setelah menerima informasi dari saksi mata dan hasil pemetaan lokasi kejadian. Selama proses penangkapan, petugas mengamankan sejumlah barang bukti penting yang menjadi kunci dalam proses hukum, antara lain:

  • Celurit berukuran sedang yang dipergunakan dalam serangan.
  • Pakaian korban yang ditemukan berlumuran darah.
  • Jejak kaki dan sidik jari di sekitar TKP.
  • Barang-barang pribadi pelaku yang ditemukan di lokasi.

Semua barang bukti tersebut kini berada di laboratorium forensik Polres Bangkalan untuk analisis lebih lanjut.

Reaksi Masyarakat dan Upaya Pencegahan

Kasus ini menuai kecaman luas dari masyarakat Bangkalan. Warga setempat mengungkapkan keprihatinan mendalam atas kekerasan dalam rumah tangga yang berujung pada pembunuhan. Mereka menuntut penegakan hukum yang tegas serta program pencegahan kekerasan keluarga yang lebih efektif.

Pemerintah Kabupaten Bangkalan melalui Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat berjanji akan meningkatkan sosialisasi mengenai pentingnya komunikasi keluarga, serta menyediakan layanan konseling bagi keluarga yang mengalami konflik. Upaya ini diharapkan dapat mencegah terulangnya kasus serupa di masa mendatang.

Kasus pembunuhan ini juga menjadi peringatan bagi aparat penegak hukum untuk terus meningkatkan kemampuan investigasi dalam menangani kasus kekerasan domestik. Polres Bangkalan menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan proses hukum terhadap MH secara cepat dan transparan, serta memastikan keadilan bagi korban dan keluarganya.

Dengan penangkapan pelaku dan pengumpulan bukti yang komprehensif, diharapkan proses peradilan dapat berjalan lancar, memberikan pelajaran berharga bagi seluruh masyarakat mengenai bahaya konflik keluarga yang tidak ditangani dengan baik.

About the Author

Zillah Willabella Avatar