Back to Bali – 21 April 2026 | Penampilan V (Kim Taehyung) dalam BTS WORLD TOUR “Arirang” di Tokyo Dome pada 17 April 2026 memicu kegembiraan luar biasa setelah ia meniru pose ikonik “Domain Expansion” milik Satoru Gojo, tokoh utama dalam anime populer Jujutsu Kaisen. Momen tersebut tidak hanya menarik perhatian para ARMY, melainkan juga mengundang antusiasme besar dari komunitas pecinta anime, menjadikan konser tersebut sebagai salah satu titik temu budaya pop Korea dan Jepang.
Pose Gojo yang Membuat Histeria
Saat pertunjukan dimulai, V berdiri di tengah panggung dengan latar belakang lampu neon yang menyerupai dunia Jujutsu Kaisen. Dengan gerakan tangan yang tepat—jari tengah disilangkan di atas jari telunjuk—ia menirukan teknik “Domain Expansion” yang selama ini hanya muncul dalam fanart dan editan digital. Penampilan tersebut terekam oleh ribuan kamera di arena dan langsung menyebar melalui jaringan sosial, menimbulkan gelombang komentar, meme, dan video reaksi di platform seperti Instagram, Twitter, dan TikTok.
Reaksi Fans dan Media
Para ARMY segera mengangkat momen itu sebagai bukti kreativitas V dalam menggabungkan unsur anime ke dalam aksi panggung. Sementara itu, fandom Jujutsu Kaisen menyambut hangat, menganggapnya sebagai penghormatan nyata terhadap karakter Gojo yang selama ini mereka idolakan. Beberapa pengguna media sosial bahkan menyebutnya sebagai “crossover yang selama ini hanya ada dalam editan akhirnya menjadi nyata”. Tidak sedikit pula yang mengunggah fanart yang menggabungkan visual V dengan elemen estetika Gojo, memperkuat ikatan visual antara kedua dunia.
Latar Belakang Tur dan Penjualan Tiket
Konser di Tokyo Dome merupakan bagian dari tur dunia keempat BTS untuk album Arirang (2026). Tur ini menempati dua hari, 17 hingga 18 April, dan berhasil terjual habis dengan total penonton mencapai 110.000 orang. Keberhasilan penjualan tiket menegaskan popularitas BTS yang terus mendominasi pasar musik internasional. Selain penonton langsung, konser tersebut disiarkan secara simultan di bioskop-bioskop global melalui layanan Live Viewing, memungkinkan jutaan penggemar di seluruh dunia menyaksikan pertunjukan secara real time.
Sejarah Koneksi BTS dan Anime
Hubungan antara BTS dan dunia anime tidaklah baru. Sejak debut, para anggota grup kerap mengekspresikan kecintaan mereka terhadap berbagai judul anime, termasuk One Piece, Dragon Ball, dan Jujutsu Kaisen. Jungkook, misalnya, pernah menyatakan kekagumannya pada Satoru Gojo dalam sebuah wawancara, menjelaskan bahwa karakter tersebut menginspirasi dirinya dalam hal kepercayaan diri dan gaya. Koneksi tersebut semakin terasa ketika V mengadopsi pose Gojo secara langsung di atas panggung, menjembatani fandom K‑pop dan anime secara lebih nyata.
Dampak Budaya Pop dan Potensi Kolaborasi
Momen ini menegaskan bagaimana budaya pop kini bersifat trans‑nasional dan lintas genre. K‑pop yang sebelumnya dianggap terpisah dari anime kini menunjukkan potensi kolaborasi yang lebih luas, baik dalam bentuk visual, musik, maupun merchandise. Penggemar menunggu kemungkinan kolaborasi resmi antara BTS dan franchise Jujutsu Kaisen, baik dalam bentuk video musik, produk limited edition, atau bahkan penampilan bersama dalam acara khusus.
Secara keseluruhan, pose V yang meniru Satoru Gojo tidak sekadar menjadi sorotan sesaat, melainkan menandai sebuah fenomena budaya yang menggabungkan dua fandom terbesar di Asia. Dengan penjualan tiket yang menggiurkan, siaran global, dan respons positif dari kedua komunitas, BTS kembali membuktikan bahwa mereka tidak hanya menguasai panggung musik, melainkan juga menjadi penggerak utama dalam tren budaya pop lintas batas. Keberhasilan ini memperkuat posisi BTS sebagai ikon global yang mampu menciptakan momen tak terlupakan, sekaligus membuka peluang baru bagi kolaborasi kreatif antara industri K‑pop dan anime di masa depan.













