Back to Bali – 25 April 2026 | Petenis muda Filipina Alexandra Eala kembali menutup perjalanan di Mutua Madrid Open 2026 setelah tersingkir di babak kedua dengan skor telak 2-6, 2-6 melawan unggulan ke-19 Elise Mertens. Kekalahan ini menandai kegagalan ketiga Eala menembus babak lebih jauh di turnamen bergengsi tersebut, setelah sebelumnya kalah pada 2024 dan 2025.
Perjalanan Eala di Madrid Open 2026
Pertandingan melawan Mertens berlangsung pada Jumat malam waktu setempat. Dari servis pertama, Mertens mengendalikan ritme permainan, memaksa Eala berjuang keras untuk memperoleh poin. Set pertama berakhir 6-2 dengan Mertens menguasai seluruh lapangan, sementara set kedua berlanjut dengan pola serupa, menghasilkan skor akhir 6-2, 6-2. Kekalahan ini menempatkan Eala di posisi 64 besar, mengakhiri harapannya untuk menembus babak ketiga.
Kritik Terhadap Penyelenggara
Usai pertandingan, Eala mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap penyelenggaraan turnamen. Ia menilai jadwal pertandingan yang padat serta kondisi lapangan yang kurang optimal menjadi faktor yang memengaruhi performa pemain muda. Kritikan tersebut menambah sorotan pada peran penyelenggara dalam menciptakan kondisi kompetisi yang adil bagi semua peserta.
Rekor Penampilan di Madrid Open
Sejak debutnya di turnamen WTA 1000 ini, Eala belum berhasil melampaui babak kedua. Pada edisi 2024, ia kalah dari Sorana Cîrstea, sementara pada 2025, ia terhenti oleh Iga Świątek, juara dunia yang pada saat itu berada di peringkat teratas. Pola serupa terlihat pada Janice Tjen, rekan satu tim Asia Tenggara, yang juga tersingkir pada babak kedua dengan skor identik melawan Liudmila Samsonova.
Fokus pada Ganda
Meski keluar dari nomor tunggal, Eala tetap melanjutkan kompetisi di nomor ganda bersama rekan setimnya, Zeynep Sonmez. Pasangan ini dijadwalkan melawan unggulan kedua Katerina Siniakova / Taylor Townsend pada babak berikutnya. Pertandingan ganda menjadi peluang bagi Eala untuk memperbaiki catatan turnamen dan menambah pengalaman di panggung internasional.
Analisis Teknis
- Serangan dari baseline: Eala masih bergantung pada forehand kuat, namun kurang konsistensi dalam mengembalikan servis lawan.
- Mobilitas di net: Terlihat masih perlu peningkatan, terutama saat menghadapi pemain dengan variasi slice dan drop shot seperti Mertens.
- Psikologi pertandingan: Tekanan pada babak awal tampak memengaruhi fokus, terutama dalam mengelola titik penting.
Para analis menilai bahwa untuk bersaing di level WTA 1000, Eala harus meningkatkan kestabilan mental serta menambah variasi pukulan, termasuk backhand slice yang lebih tajam.
Ke depan, jadwal Eala mencakup turnamen hardcourt di Amerika Utara dan beberapa kompetisi di Asia, yang menjadi ajang penting untuk memperbaiki peringkat dan mengumpulkan poin dunia.
Meski kegagalan di Madrid Open menambah tekanan, semangat Eala untuk bangkit tetap kuat. Dukungan pelatih, tim, dan fans diharapkan dapat memacu performa lebih baik pada kompetisi selanjutnya.













