Back to Bali – 04 Juni 2026 | Jakarta, BRI Finance masih mampu menjaga efisiensi biaya pendanaan perusahaan pada kuartal I-2026, meskipun suku bunga dan imbal hasil obligasi terus meningkat.
BRI Finance secara aktif melakukan penyesuaian strategi pendanaan untuk tetap adaptif terhadap dinamika suku bunga dan kondisi likuiditas pasar.
Data OJK menunjukkan bahwa pendanaan industri pembiayaan nasional masih didominasi oleh pinjaman perbankan dengan total mencapai Rp279,74 triliun atau setara 73,65% dari keseluruhan sumber pendanaan.
BRI Finance melakukan penyesuaian strategi pendanaan pada April 2026 dengan mengurangi porsi pendanaan dari perbankan dan meningkatkan porsi joint financing.
Peningkatan porsi joint financing dilakukan karena skema tersebut dinilai mampu memberikan alternatif pendanaan dengan tingkat bunga yang lebih kompetitif.
BRI Finance juga memperkuat pengelolaan likuiditas internal melalui optimalisasi arus kas dan efisiensi penggunaan dana.
Dalam strategi penerbitan obligasi, BRI Finance menerapkan pendekatan yang lebih selektif dengan mempertimbangkan momentum pasar serta tenor yang dinilai paling optimal bagi perusahaan.













