Back to Bali – 02 Mei 2026 | Sabtu (2/5/2026) menjadi hari penting bagi Persiraja Banda Aceh yang menggelar laga penentu di Stadion H. Dimurthala Lampineung. Bertandang dari Medan, PSMS Medan menanti lawan yang sedang bergulat dengan masalah skuad, cedera, serta sanksi penonton. Meskipun tidak ada lagi peluang promosi, duel antara dua tim paling bersejarah di Sumatera Utara ini tetap memicu adrenalin tinggi karena mempertaruhkan gengsi.
Kondisi Tim dan Tantangan
Pelatih Persiraja Jaya Hartono mengumumkan tiga pemain kunci yang pasti absen pada pertandingan tersebut. Daftar pemain yang tidak dapat turun meliputi:
- Juan Mera – gelandang serang asal Spanyol, yang dirumorkan mengalami cedera yang mengganggu performa sejak laga tandang melawan Persekat Tegal.
- Fitra Ridwan – gelandang yang baru-baru ini mengalami masalah kesehatan, detail penyakit tidak diungkapkan.
- Muhammad Revan – bek yang juga dinyatakan sakit, menambah beban pada lini pertahanan.
Jaya menambahkan bahwa masih ada beberapa pemain lain yang berada dalam kondisi kurang sehat, namun ia menolak mengungkapkan nama dan jenis kelainan secara spesifik. “Masih banyak lagi pemain-pemain yang kurang sehat. Mereka dipastikan tidak bisa diturunkan, enggak mungkin kita paksa,” ujar dia dalam konferensi pers di Banda Aceh.
Tekanan Disiplin PSSI
Selain masalah kebugaran, Persiraja juga harus menelan sanksi disiplin PSSI yang melarang penonton hadir di stadion. Komite Disiplin PSSI memutuskan bahwa pertandingan ini harus digelar tanpa suporter sebagai hukuman atas pelanggaran sebelumnya. Jaya menegaskan pentingnya dukungan moral dari masyarakat Aceh, meski mereka tidak dapat hadir secara fisik. “Jika tidak bisa hadir di stadion, bisa mendoakan kami untuk pertandingan besok, karena doa itu juga sangat penting dalam berjuang,” kata pelatih.
Statistik Klasemen dan Imbas Gengsi
Di Grup 1/Barat Pegadaian Championship 2025/2026, Persiraja menempati posisi keempat dengan total 41 poin. PSMS Medan berada tiga posisi di bawah dengan selisih sembilan poin. Kedua tim sudah dipastikan tidak dapat melaju ke dua besar grup, sehingga pertandingan tidak lagi berpengaruh pada promosi. Namun, derby ini tetap menjadi ajang pembuktian diri, mengingat persaingan historis antara kedua klub asal Sumatra.
“Dalam mempersiapkan tim selama tiga hari ini untuk pertandingan besok, kami sudah sangat siap dan selalu optimis, karena ini home kami, kami harus bisa merebut poin penuh. Kami tidak mau kehilangan apapun di sini,” tegas Jaya Hartono, menambah keyakinan bahwa Persiraja tetap akan berjuang keras meski tanpa penonton dan dengan skuad yang tidak lengkap.
Prediksi dan Harapan
Para analis memperkirakan bahwa PSMS Medan akan memanfaatkan kelemahan lini tengah Persiraja, terutama tanpa keberadaan Juan Mera yang biasanya menjadi otak serangan. Namun, kehadiran pemain muda lokal dan taktik bertahan yang disiplin dapat menjadi senjata utama Persiraja untuk mengamankan setidaknya satu poin.
Jaya Hartono menutup konferensi dengan mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk memberi doa dan dukungan moral, menegaskan bahwa “kami akan bermain fight” dan tidak akan menyerah pada kondisi yang kurang menguntungkan.
Dengan segala rintangan, pertandingan Persiraja vs PSMS diharapkan menjadi pertunjukan sepakbola yang intens, menegaskan bahwa semangat kompetisi masih hidup kuat di kancah Liga 2, meski diwarnai oleh keterbatasan pemain dan larangan penonton.













