Back to Bali – 15 Juni 2026 | WASHINGTON D.C. – Malam UFC Freedom 250 pada Minggu (15/6/2026) tidak hanya menyajikan duel sengit di oktagon antara Sean O’Malley dan Aiemann Zahabi, tetapi juga mengungkap jurang finansial yang sangat dalam di antara kedua petarung kelas bantamweight tersebut. O’Malley, sang bintang utama, tidak hanya meraih kemenangan KO atas Zahabi, tetapi juga mempertegas dominasinya dalam hal kekayaan bersih, sebuah kontras tajam yang menggambarkan realitas ekonomi di Ultimate Fighting Championship (UFC).
Data terbaru menunjukkan perbedaan mencolok dalam pendapatan kedua petarung. Sean O’Malley dilaporkan meraup gaji pokok sebesar $3 juta untuk satu pertarungan di tahun 2024. Angka ini sangat jauh berbeda dengan Aiemann Zahabi, yang tercatat memiliki penghasilan tertinggi sepanjang kariernya di UFC hanya sebesar $85.000 untuk satu pertarungan.
Kesenjangan finansial ini menjadi cerita tersendiri mengenai bagaimana kekayaan dibangun, atau terakumulasi secara perlahan, di dalam organisasi seni bela diri campuran terbesar di dunia ini. O’Malley, yang lahir pada 24 Oktober 1994 di Helena, Montana, telah menorehkan jejak karier yang gemilang sejak debut profesionalnya di divisi bantamweight. Bergabung dengan roster utama UFC pada Desember 2017, debutnya menghasilkan $22.500.
Dalam kurun waktu tujuh tahun, total penghasilan O’Malley dari UFC diperkirakan telah melampaui $10 juta. Angka ini berasal dari kombinasi gaji pokok, bonus kemenangan, bonus penampilan, dan pembagian pendapatan dari sistem bayar-per-tayang (pay-per-view). Namun, berbagai sumber, termasuk Celebrity Net Worth, memperkirakan kekayaan bersihnya saat ini berada di kisaran $4 juta. Proyeksi dari Punified bahkan memprediksi kekayaannya bisa mencapai antara $8 juta hingga $12 juta pada tahun 2026, didorong oleh investasi properti di Arizona dan berbagai lini bisnis yang terdiversifikasi.
Perjalanan O’Malley tidak selalu mulus. Kariernya sempat terhenti sejenak ketika ia positif menggunakan zat terlarang dan menjalani masa skorsing dari tahun 2018 hingga 2020. Namun, ia berhasil bangkit kembali di UFC 248 pada Maret 2020, mengalahkan Jose Alberto Quinonez melalui TKO ronde pertama, dan terus menunjukkan performa impresif.
Pundi-pundi uang O’Malley mulai menanjak signifikan. Pertarungan pertamanya yang menghasilkan bayaran tujuh digit terjadi melawan Pedro Munhoz di UFC 276. Puncak kariernya terjadi di UFC 292 pada Agustus 2023, saat ia berhasil merebut gelar juara bantamweight dari Aljamain Sterling dengan bayaran $1.182 juta. Pertahanan gelar melawan Marlon Vera di UFC 299 memberinya $2.31 juta. Laga perebutan sabuk kembali melawan Merab Dvalishvili di UFC 306, yang berakhir dengan kekalahan O’Malley pada September 2024, memberinya gaji pokok sebesar $3 juta. Pertarungan terbarunya, kemenangan atas Song Yadong di UFC 324 Januari 2026, menghasilkan estimasi $1.021 juta.
Di luar oktagon, O’Malley juga aktif membangun aset finansialnya melalui berbagai perjanjian endorsement dengan merek-merek ternama seperti Crypto.com, YoungLA, HappyDad, Ryse, Sanabul, Venum, dan MyBookieMMA. Ia juga memiliki lini suplemen bernama ‘Doing Well’. Pengaruhnya di media sosial sangat besar, dengan 4.7 juta pengikut di Instagram dan lebih dari satu juta pelanggan di kanal YouTube-nya. Ia juga merupakan salah satu co-host podcast ‘The Timbo Sugar Show’. Semua platform ini secara independen meningkatkan nilai komersialnya, terlepas dari hasil pertarungannya.
Sebaliknya, biografi finansial Aiemann Zahabi menampilkan gambaran yang sangat berbeda. Petarung berusia 38 tahun ini memulai latihan bela diri campuran sejak usia 16 tahun dan menghabiskan lebih dari dua dekade berkompetisi di berbagai promosi regional seperti Prestige FC, Hybrid Combat, dan RMMA sebelum akhirnya mendapatkan tempat yang konsisten di UFC.
Zahabi debut di UFC pada tahun 2017 melawan Reginaldo Vieira dengan gaji pokok $12.000 dan bonus kemenangan senilai $12.000. Pendapatan terbesarnya yang tercatat untuk satu pertarungan adalah $85.000, yang ia raih di UFC Fight Night 246 pada tahun 2024 melawan Pedro Munhoz. Pada UFC 315 di tahun 2025, pertarungannya melawan Jose Aldo memberinya bayaran $75.000 sebagai gaji pokok ditambah bonus kemenangan $75.000.
Perbedaan mencolok dalam pendapatan, endorsement, dan potensi pertumbuhan kekayaan ini menyoroti bagaimana kesuksesan di UFC tidak hanya diukur dari performa di dalam oktagon, tetapi juga kemampuan seorang petarung dalam memanfaatkan popularitas dan membangun merek pribadi mereka. Pertarungan O’Malley vs. Zahabi di UFC Freedom 250 menjadi simbol nyata dari dua jalur karier yang sangat berbeda dalam dunia pertarungan profesional.













