Back to Bali – 04 Mei 2026 | Pada Minggu, 3 Mei 2026, Al Qadsiah FC berhasil mencuri tiga poin penting melawan pemuncak klasemen Saudi Pro League, Al-Nassr FC, dengan skor akhir 3-1 di Al-Awwal Park, Riyadh. Kemenangan ini tidak hanya mematahkan rekor kemenangan beruntun 20 laga Al-Nassr, tetapi juga memperkecil jarak antara dua tim papan atas menjelang fase penentuan gelar.
Sejak awal musim, Al-Nassr memang menjadi tim yang dominan, mencatat 15 kemenangan dalam 28 pertemuan klasik melawan Al Qadsiah. Namun, empat pertemuan terakhir sebelum laga ini justru dimenangkan oleh Al Qadsiah, termasuk kemenangan tipis 2-1 pada Januari 2026, yang menandakan perubahan dinamika psikologis antara kedua belah pihak.
Statistik dan Dampak Pada Peringkat
Sebelum pertandingan, Al-Nassr berada di puncak klasemen dengan 79 poin, mengungguli Al Hilal yang menempati posisi kedua dengan 74 poin. Al Qadsiah berada di posisi keempat dengan 65 poin, namun setelah kemenangan ini, poin mereka naik menjadi 68, memperkuat posisi di zona empat besar.
| Tim | Poin | Posisi |
|---|---|---|
| Al-Nassr | 79 | 1 |
| Al Hilal | 74 | 2 |
| Al Ahli | 69 | 3 |
| Al Qadsiah | 68 | 4 |
Dengan hasil ini, selisih antara Al-Nassr dan Al Hilal tetap lima poin, namun jarak dengan Al Qadsiah menyempit menjadi satu poin, menambah intensitas persaingan di tiga babak akhir musim.
Jalannya Laga
Babak pertama dimulai dengan intensitas tinggi dari pihak tuan rumah. Pada menit ke-24, Mohammed Waheeb Abu Al Shamat membuka skor lewat tendangan akhir setelah menerima umpan dari Christopher Bonsu Baah. Gol tersebut memberi Al Qadsiah keunggulan psikologis dan memaksa Al-Nassr untuk meningkatkan tekanan.
Balasan datang tepat sebelum jeda, pada menit ke-39, ketika João Félix menyeimbangkan kedudukan setelah menerima assist dari Marcelo Brozović. Gol ini mengembalikan permainan menjadi seimbang, meski Al-Nassr mencatat lima tembakan dibandingkan dua tembakan Al Qadsiah di babak pertama.
Menjelang istirahat, Iñigo Martínez menerima kartu kuning pada menit ke-41, menandai intensitas fisik yang meningkat.
Dominasi Al Qadsiah di Babak Kedua
Setelah jeda, Al Qadsiah kembali menguasai tempo. Pada menit ke-55, Musab Al-Juwayr memperlebar keunggulan lewat serangan terorganisir yang dimotori Julián Quiñones. Gol ketiga tercipta pada menit ke-78, ketika Julián Quiñones mengeksekusi finishing klinis setelah pertahanan Al-Nassr mengalami kebobolan posisi.
Al-Nassr, meski menguasai 58 persen penguasaan bola, tidak mampu memecahkan pertahanan lawan. Cristiano Ronaldo mencatat dua tembakan, namun tidak berhasil menambah angka. Ayman Yahya menerima kartu kuning pada menit ke-89, menandai frustrasi tim yang terpaksa menelan kekalahan.
Performansi Pemain Kunci
- Cristiano Ronaldo: Dua tembakan, tanpa gol; peran utama dalam menyerang namun terhalang oleh pertahanan rapat Al Qadsiah.
- Julián Quiñones: Penampilan gemilang, mencetak dua gol dan memberikan assist, menjadi faktor penentu kemenangan.
- João Félix: Gol penyeimbang bagi Al-Nassr, menunjukkan kemampuan finishing di ruang sempit.
- Mohammed Waheeb Abu Al Shamat: Pembuka skor untuk Al Qadsiah, memanfaatkan celah di lini belakang Al-Nassr.
Implikasi Ke Depan
Kekalahan ini menandai berakhirnya rekor 20 kemenangan beruntun Al-Nassr, yang selama lebih dari tiga bulan mendominasi liga. Meskipun selisih poin masih menguntungkan, tekanan dari Al Hilal dan Al Qadsiah kini semakin nyata. Manajer Al-Nassr harus mengevaluasi taktik ofensif, terutama peran Ronaldo yang belum mampu memaksimalkan peluang di area pertahanan lawan.
Di sisi lain, Al Qadsiah menegaskan keberhasilan strategi mereka yang menitikberatkan pada transisi cepat dan penekanan tinggi. Kemenangan ini tidak hanya menambah tiga poin, tetapi juga meningkatkan moral tim menjelang sisa musim, dimana tempat empat besar masih menjadi target utama untuk kualifikasi kompetisi Asia.
Dengan sisa pertandingan yang semakin sedikit, setiap poin menjadi krusial. Al-Nassr diharapkan bangkit kembali, mengandalkan kedalaman skuad dan pengalaman internasionalnya, sementara Al Qadsiah berambisi terus mengganggu dominasi pemuncak klasemen.













