Back to Bali – 22 April 2026 | Bek veteran Italia, Leonardo Bonucci, kembali menjadi sorotan publik setelah mengemukakan dua rekomendasi yang menimbulkan perdebatan di kalangan sepak bola dunia. Dalam sebuah wawancara eksklusif, ia menegaskan bahwa Pep Guardiola adalah sosok yang paling tepat untuk memimpin timnas Italia yang sedang mengalami krisis, sekaligus menyarankan pelatih legendaris Italia, Massimiliano Allegri, untuk mengisi posisi manajer Real Madrid.
Italia membutuhkan perubahan radikal
Setelah gagal lolos ke Piala Dunia selama tiga edisi berturut‑turut, Italia berada di posisi terpuruk. Kekalahan melawan Bosnia‑Herzegovina pada final play‑off menandai pengunduran diri Gennaro Gattuso sebagai pelatih kepala. Bonucci, yang pernah menjadi asisten Gattuso, menilai bahwa timnas Italia memerlukan “sosok besar” yang mampu mengembalikan kejayaan empat kali juara dunia.
Menurut Bonucci, pilihan paling ideal adalah Pep Guardiola. Ia menyebut Guardiola sebagai pelatih paling berpengaruh di era modern, mampu menerapkan taktik fleksibel dan budaya kemenangan yang dapat “membuka lembaran baru” bagi skuad Azzurri. “Jika kami menginginkan perubahan radikal di tim nasional, saya akan mengatakan sosok yang tepat adalah Pep Guardiola. Ini memang sangat sulit, tetapi bermimpi tidak membutuhkan biaya,” ujar Bonboni dalam kutipan yang diambil dari Sky Sports pada 21 April 2026.
Alternatif lain yang dipertimbangkan
Bonucci tidak menutup kemungkinan bagi nama-nama lain. Ia menyebut Antonio Conte dan Massimiliano Allegri sebagai kandidat potensial yang juga memiliki rekam jejak mengangkat klub-klub Italia ke puncak kompetisi domestik dan Eropa. Namun, menurutnya, Guardiola memiliki keunggulan strategis yang belum dapat ditiru oleh siapapun.
Rekomendasi untuk Real Madrid
Di luar urusan timnas Italia, Bonucci juga melontarkan opini mengenai dunia klub. Dalam sebuah pernyataan yang kemudian diangkat oleh media internasional, ia menyarankan Real Madrid untuk merekrut Massimiliano Allegri sebagai pelatih baru. Bonucci menilai Allegri sebagai figur yang “akan sangat cocok” dengan filosofi dan ambisi klub raksasa Spanyol tersebut. Menurutnya, Allegri memiliki pengalaman mengelola tim besar, taktik yang disiplin, serta kemampuan mengelola bintang‑bintang kelas dunia.
Usulan tersebut muncul di tengah spekulasi tentang masa depan Real Madrid setelah era Zinedine Zidane berakhir. Bonucci menilai bahwa Allegri dapat memberikan stabilitas sekaligus inovasi taktik yang dibutuhkan oleh tim berbasis galaksi.
Bagaimana respons dunia sepak bola?
- Pengamat Italia menilai pernyataan Bonucci sebagai refleksi keprihatinan mendalam terhadap kondisi timnas yang kini berada di luar peta dunia.
- Fans Real Madrid menyambut baik usulan Allegri, mengingat keberhasilan pelatih tersebut bersama Juventus.
- Guardiola sendiri belum mengonfirmasi minat melatih timnas, meski sebelumnya pernah mengungkapkan keterbukaan untuk tantangan internasional setelah meninggalkan Manchester City pada 2027.
Secara keseluruhan, Bonucci tampak berusaha memicu diskusi publik tentang masa depan sepak bola Italia dan juga memberikan pandangannya tentang dinamika kepelatihan di level klub Eropa. Dengan reputasinya sebagai pemain berpengalaman dan mantan asisten pelatih, pendapatnya memperoleh perhatian luas dari media, penggemar, dan otoritas sepak bola.
Jika Guardiola dan Allegri memang dipertimbangkan secara serius, langkah selanjutnya akan melibatkan negosiasi kontrak yang rumit serta pertimbangan regulasi FIFA dan UEFA. Namun, satu hal yang pasti: nama-nama tersebut kini berada di puncak daftar kandidat yang akan diperdebatkan dalam minggu‑minggu mendatang.
Kesimpulannya, Leonardo Bonucci tidak hanya berperan sebagai figur legendaris di lapangan, melainkan juga sebagai suara yang berpengaruh dalam menentukan arah strategis timnas Italia dan klub-klub top Eropa. Apakah saran-sarannya akan terwujud atau tetap menjadi bahan perbincangan, hanya waktu yang akan menjawab.













